
1. Pendahuluan
Di jagat esports Asia Tenggara, nama Blacklist International menjadi salah satu ikon penting yang berperan besar dalam perkembangan scene kompetitif, khususnya untuk game Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) dan Dota 2. Dikenal sebagai organisasi yang dibentuk di bawah naungan Tier One Entertainment, Blacklist International memiliki rekam jejak mengesankan, baik di ranah nasional Filipina maupun internasional. Artikel ini akan membahas secara mendalam sejarah tim, roster, pencapaian, hingga proyeksi masa depannya.
2. Sejarah Singkat Blacklist International
2.1 Berdirinya Blacklist International
Blacklist International didirikan oleh Tier One Entertainment, sebuah perusahaan media dan esports yang dipimpin oleh Tryke Gutierrez dan Alodia Gosiengfiao, ikon cosplay dan influencer ternama asal Filipina. Visi Blacklist sejak awal adalah untuk mendobrak norma industri esports dan membawa standar profesionalisme yang lebih tinggi.
2.2 Dominasi di Skena Mobile Legends
Blacklist mulai dikenal luas ketika memasuki MPL Philippines (Mobile Legends Professional League) pada musim ke-6. Namun puncak kejayaan mereka dimulai dari Season 7 dengan merekrut duet ikonik OhMyV33nus dan Wise, yang dikenal dengan strategi “UBE” (Ultimate Bonding Experience).
Prestasi gemilang di MLBB:
- Juara MPL PH Season 7
- Juara MPL PH Season 8
- Juara M3 World Championship (2021)
- Medali emas SEA Games 2022
Dengan gaya bermain yang unik dan penuh kekompakan, Blacklist dikenal sebagai tim yang tidak hanya kuat dari sisi mekanikal, tetapi juga memiliki chemistry antar pemain yang luar biasa.
2.3 Ekspansi ke Ranah Dota 2
Pada akhir 2022, Blacklist International melebarkan sayapnya ke Dota 2. Mereka mengambil alih slot RSG di DPC SEA Division I dan membentuk roster ambisius yang berisi nama-nama besar di scene Dota SEA, seperti Kuku, TIMS, dan Raven.
Namun perjalanan mereka di Dota tidak semulus harapan. Setelah dua musim, hasil yang inkonsisten, serta kegagalan lolos ke The International, membuat divisi Dota 2 resmi dibubarkan pada 2024.
3. Roster dan Performa di Setiap Divisi
3.1 Mobile Legends Division
Roster legendaris Blacklist International dalam MLBB:
- Edward (EXP Lane)
- Wise (Jungler)
- Hadji (Midlaner)
- OHEB (Gold Lane)
- OhMyV33nus (Roamer/Kapten)
Dengan pelatih Bon Chan, Blacklist memunculkan banyak meta baru, seperti penggunaan Estes yang sebelumnya dianggap tidak efektif di tingkat kompetitif.
Prestasi gemilang MLBB:
- MPL PH S7 & S8 Champions
- M3 World Champions
- M4 Runners-up (2023)
3.2 Divisi Dota 2
Roster awal Blacklist Rivalry (nama untuk divisi Dota 2):
- Kuku (Captain/Offlane)
- Raven (Carry)
- Karl (Midlaner)
- TIMS (Support 4)
- eyyou (Support 5)
Performa terbaik mereka adalah saat menjuarai Asia Pacific Predator League 2024, mengalahkan Execration di partai final.
Namun ketatnya persaingan di SEA membuat mereka kesulitan mempertahankan konsistensi performa.
4. Sponsorship dan Dukungan
Blacklist International disokong oleh sponsor besar seperti:
- Predator Gaming (Acer): Sponsor perangkat keras, menyediakan bootcamp dan peralatan gaming.
- Rivalry: Platform betting esports yang mendukung penuh divisi Dota 2.
- Tier One Entertainment: Perusahaan induk yang berperan sebagai motor penggerak di balik strategi bisnis Blacklist.
5. Tantangan dan Kontroversi
5.1 Kritik Terhadap Strategi UBE
Beberapa pihak menyebut gaya permainan Blacklist terlalu “pasif” dan membosankan untuk ditonton. Namun komunitas MLBB Filipina membela tim dengan argumen bahwa “strategi efektif tidak harus selalu menghibur.”
5.2 Performa Dota 2 yang Tidak Konsisten
Meski diperkuat nama-nama besar, chemistry tim Dota Blacklist tak sekuat divisi MLBB. Salah satu kritik menyebut bahwa “superstar tidak selalu berarti kemenangan jika tidak disertai visi bermain yang sama.”
6. Bubarnya Divisi Dota 2
Keputusan mengejutkan datang pada September 2024. Setelah dua musim yang kurang memuaskan dan kegagalan menuju The International, Tier One Entertainment secara resmi mengumumkan pembubaran divisi Dota 2.
Pernyataan resmi menyebutkan bahwa keputusan ini dilakukan agar organisasi bisa kembali fokus membangun fondasi di game yang lebih relevan bagi komunitas mereka, yakni MLBB dan esports mobile lainnya.
7. Warisan dan Pengaruh
Blacklist International meninggalkan warisan besar, terutama di Filipina. Tim ini menjadi ikon bagi komunitas LGBTQ+ berkat keberadaan OhMyV33nus sebagai salah satu figur non-biner yang diterima dan dihormati komunitas esports. Strategi “UBE” juga mengubah cara banyak tim memandang pentingnya sinergi tim di atas kekuatan individu semata.
Dalam dunia esports Asia Tenggara, Blacklist telah membuka pintu bagi organisasi esports untuk berpikir lebih besar, baik secara regional maupun global.
8. Masa Depan Blacklist International
Setelah konsolidasi, fokus Blacklist saat ini ada pada:
- Mengembangkan divisi MLBB lebih lanjut
- Menyasar esports mobile lain seperti Wild Rift, PUBG Mobile, dan Arena of Valor
- Mengembangkan bakat muda Filipina melalui akademi esports
- Menjadi role model organisasi esports profesional dengan standar internasional
9. Kesimpulan
Blacklist International adalah contoh nyata bahwa perjalanan sebuah organisasi esports tidak selalu mulus, tapi mereka mampu menorehkan sejarah penting dalam dunia kompetisi game. Dengan warisan di MLBB, ekspansi berani ke Dota 2, serta visi jangka panjang mereka, Blacklist tetap akan menjadi nama besar dalam peta esports Asia Tenggara.
Warisan “UBE” bukan hanya soal strategi bermain, tapi tentang bagaimana kebersamaan, persahabatan, dan profesionalisme bisa membawa tim menuju puncak.
